Jumat, Februari 20, 2026

92 Persen BTS Indosat di Aceh Pulih Pascabanjir

KUALA SIMPANG — Indosat Ooredoo Hutchison mencatat sebanyak 92 persen base transceiver station (BTS) miliknya di Provinsi Aceh kembali beroperasi setelah terdampak banjir yang melanda sejumlah wilayah beberapa waktu lalu. Pemulihan jaringan terus dipercepat untuk memastikan layanan telekomunikasi kembali normal.

Pemulihan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya Indosat menjaga konektivitas masyarakat sejak masa tanggap darurat hingga fase pemulihan. Konektivitas dinilai penting untuk mendukung koordinasi penanganan bencana, akses informasi, serta aktivitas warga sehari-hari.

Executive Vice President Head of Circle Sumatra Indosat Ooredoo Hutchison, Agus Sulistio, mengatakan layanan telekomunikasi memiliki peran krusial dalam situasi darurat.

“Indosat bergerak cepat bersama para pemangku kepentingan untuk memastikan jaringan kembali berfungsi dan dapat dimanfaatkan masyarakat,” kata Agus dalam keterangan tertulis, Senin (29/12/2025).

Menurut dia, sebagian besar wilayah terdampak banjir di Aceh, termasuk Kabupaten Aceh Tamiang, kini telah kembali terlayani. Indosat, kata Agus, akan terus melanjutkan percepatan pemulihan hingga seluruh BTS beroperasi secara optimal.

Baca juga:  Purnawirawan TNI Prihati Pujowaskito Ditunjuk Sebagai Dirut BPJS Kesehatan

Dalam proses pemulihan jaringan, Indosat melakukan berbagai langkah teknis, antara lain mengganti perangkat BTS yang rusak akibat banjir, memperbaiki jalur transmisi serat optik yang terputus, serta menyiapkan sumber daya cadangan seperti genset dan baterai. Untuk wilayah yang belum terhubung dengan jaringan serat optik, perusahaan memanfaatkan transmisi alternatif melalui satelit.

Indosat juga menambah personel teknis di seluruh lokasi terdampak, baik dari internal perusahaan maupun mitra. Selain itu, koordinasi dilakukan dengan Kementerian Komunikasi dan Digital, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, serta pemerintah daerah untuk memastikan pasokan bahan bakar dan membuka akses ke wilayah yang sempat terisolasi akibat kerusakan infrastruktur.

Untuk menjaga kualitas layanan, Indosat menempatkan tim siaga di sejumlah lokasi strategis, seperti bandara, terminal, rumah sakit, dan area pengungsian. Perusahaan juga mengoperasikan pusat pemantauan jaringan secara terpusat di Jakarta, Medan, dan Aceh.

Baca juga:  Delegasi Hukum USK Sabet Dua Penghargaan di Ajang Internasional Jessup 2026

Seiring dengan pemulihan jaringan, Indosat melalui program tanggung jawab sosial perusahaan Indosat SIGAP turut menyalurkan bantuan kemanusiaan. Bantuan tersebut diwujudkan melalui pengoperasian posko dapur umum di sejumlah wilayah terdampak, terutama di Aceh Tamiang, Bireuen, dan Pidie Jaya.

Jumlah posko dioptimalkan menjadi sembilan titik dengan prioritas di wilayah Aceh. Kapasitas bantuan ditingkatkan hingga ribuan porsi makanan per hari, serta dilengkapi pembangunan sumur bor di Aceh Tamiang untuk mendukung ketersediaan air bersih.

Indosat menyatakan akan menuntaskan pemulihan jaringan secara menyeluruh melalui penguatan infrastruktur dan koordinasi berkelanjutan dengan pemerintah serta pemangku kepentingan terkait. []

Berita Populer

Berita Terkait