Rabu, Februari 11, 2026

5,5 Ton Sampah Plastik Terkumpul dari World Cleanup Day 2025

BANDA ACEH — Di bawah terik matahari, ribuan tangan bergotong royong menyisir Taman Sulthanah Safiatuddin (PKA) dan bantaran Krueng Lampriet. Mereka bukan sekadar membersihkan, tetapi juga berusaha mengembalikan kejernihan sungai yang dulu menjadi urat nadi kehidupan masyarakat.

World Cleanup Day (WCD) Aceh 2025 kali ini mengusung fokus utama pada pembersihan sungai yang sudah lama tercemar sampah plastik. Dari kegiatan ini, sebanyak 5,5 ton sampah plastik berhasil dikumpulkan. Jumlah yang mencengangkan, jika dipikirkan kembali, bahwa sampah sebanyak itu berasal dari ruang publik dan aliran sungai di tengah kota Banda Aceh.

Keterlibatan 5.366 relawan dari berbagai latar belakang mulai ASN, pelajar, mahasiswa, hingga komunitas lingkungan menunjukkan semangat bersama menjaga lingkungan. “Ini bukan hanya soal membuang sampah ke tempatnya,” kata Muhammad Luthfi, Ketua Pelaksana WCD Aceh. “Kami ingin masyarakat sadar pentingnya memilah sampah plastik agar nilai ekonomi dan energi bisa tercipta dari limbah ini.”

Namun, perjalanan membersihkan tidak semudah yang dibayangkan. Luthfi mengungkapkan, meskipun sudah ada pemilahan, tim pembersih kerap kali menemukan karung-karung sampah bercampur. Hal ini menjadi cermin bahwa kesadaran memilah sampah masih harus terus ditingkatkan.

Tidak hanya di Banda Aceh, aksi serupa juga berlangsung di sembilan kabupaten dan kota lain di Aceh. “Kami berharap gerakan ini tumbuh dan semakin massif setiap tahunnya,” ujarnya.

PKA sendiri dipilih sebagai titik pusat karena menjadi ruang publik utama dengan aktivitas padat di pusat kota. Semakin ramai aktivitas, semakin banyak sampah plastik menumpuk. Sedangkan sungai yang dahulu menjadi sumber kehidupan kini berjuang melawan tumpukan limbah yang mengancam ekosistem dan kualitas air.

Rangkaian kegiatan WCD Aceh sudah berjalan sejak Juli, dengan plogging di Car Free Day (CFD) dan diskusi bersama para penggiat lingkungan. Puncaknya pada 26 dan 27 September, di mana seluruh Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) ikut terlibat dalam aksi bersih-bersih.

“Semangat ribuan relawan ini menunjukkan bahwa kepedulian lingkungan sudah semakin membumi,” kata A. Rommy Djufar, Public Relation WCD Aceh. “Kami berharap budaya bersih ini tidak hanya jadi momen sesaat, tapi melekat dalam gaya hidup masyarakat Aceh,” tambahnya. []

Berita Populer

Berita Terkait